Dokter Peter Ian Limas mendedikasikan ilmu dan pengalamannya demi menyediakan akses cepat dan mudah untuk menangani kebutuhan terapi lanjutan bagi pasien obesitas, GERD dengan kemampuan bedah minimal invasif yang teliti dan diakui secara nasional serta internasional.






Obesitas adalah kondisi medis kronis yang ditandai dengan penumpukan lemak tubuh berlebih sehingga meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung, sleep apnea, hingga GERD. Melalui evaluasi yang menyeluruh, dokter akan membantu menentukan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan setiap pasien.
Gagalnya diet pada wanita dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya motivasi, makan impulsif, keterbatasan waktu, kurangnya pengetahuan nutrisi, faktor psikologis, kebiasaan buruk, dan faktor genetik. Kurangnya komitmen serta stres dapat memicu pola makan tidak sehat. Kesibukan juga sering menghambat olahraga dan pola makan seimbang. Beberapa wanita mengikuti diet yang tidak tepat, sehingga sulit mencapai hasil optimal. Memahami penyebab kegagalan diet dan mencari solusi yang sesuai sangat penting untuk keberhasilan program diet.
Endoscopic sleeve gastroplasty (ESG) adalah prosedur non-bedah untuk mengecilkan lambung menggunakan alat endoskopi. ESG dilakukan dengan menyuntikkan larutan garam ke dinding lambung, membentuk jaringan parut yang menyusutkan lambung menjadi lebih kecil. Prosedur ini minim invasif, tanpa sayatan, dan berlangsung 60-90 menit. Pasien dapat pulang di hari yang sama dan harus mengikuti diet khusus pasca-prosedur. ESG memiliki manfaat pemulihan cepat, namun tetap berisiko efek samping seperti perdarahan, infeksi, atau gangguan pencernaan.
Bedah bariatrik efektif menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan pasien obesitas. Jenis operasi seperti gastric bypass dan gastrectomy dapat mengurangi berat badan hingga 30-40% dalam 6-12 bulan. Manfaatnya termasuk penurunan tekanan darah, kadar gula, serta risiko penyakit jantung dan stroke. Namun, ada risiko infeksi, perdarahan, dan masalah nutrisi. Operasi ini hanya direkomendasikan bagi pasien tertentu setelah konsultasi dokter. Hasil optimal dicapai dengan pola makan sehat, olahraga teratur, dan kepatuhan terhadap rekomendasi medis.
Obesitas berasal dari bahasa Latin obesus, yang berarti kegemukan. Ini adalah kondisi kelebihan lemak akibat ketidakseimbangan asupan dan keluaran energi. Obesitas diukur dengan BMI, di mana BMI ≥ 25 dikategorikan sebagai obesitas. Penyebabnya meliputi faktor genetik, hormonal, psikis, obat-obatan, dan gaya hidup pasif. Cara menurunkan berat badan meliputi pengaturan pola makan, latihan fisik, konsumsi obat, akupuntur, dan bedah bariatrik. Penanganan obesitas penting untuk mencegah risiko kesehatan yang lebih serius.
Bedah bariatrik adalah prosedur minimal invasif yang membantu penurunan berat badan bagi pasien yang gagal dengan diet dan olahraga. Prosedur ini bekerja melalui dua mekanisme: Restriktif, yang mengecilkan rongga pencernaan agar membatasi jumlah makanan yang dikonsumsi, dan Malabsorptive, yang mempersingkat saluran pencernaan untuk mengurangi penyerapan kalori. Dengan kombinasi kedua mekanisme ini, bedah bariatrik dapat membantu pasien menurunkan berat badan secara signifikan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Obesitas adalah kondisi medis kronis yang terjadi akibat penumpukan lemak tubuh berlebih sehingga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Kondisi ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor seperti pola makan, aktivitas fisik, genetik, hormon, dan lingkungan.
Obesitas tidak disebabkan oleh satu faktor saja. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh pola makan yang berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, faktor keturunan, gangguan hormonal tertentu, penggunaan obat-obatan tertentu, hingga kebiasaan hidup sehari-hari.
Obesitas dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, sleep apnea, gangguan sendi, fatty liver, hingga GERD. Risiko setiap orang dapat berbeda tergantung kondisi kesehatannya.
Salah satu cara yang umum digunakan adalah menghitung Indeks Massa Tubuh (BMI/IMT). Namun, dokter juga akan mempertimbangkan lingkar perut, komposisi tubuh, riwayat kesehatan, dan penyakit penyerta untuk memberikan penilaian yang lebih menyeluruh.
Ya. Penanganan obesitas biasanya dimulai dengan perubahan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, perubahan gaya hidup, serta pendampingan medis. Pada kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan terapi obat atau tindakan bedah bariatrik apabila diperlukan.
Operasi bariatrik dapat dipertimbangkan pada pasien dengan obesitas yang memenuhi kriteria medis tertentu, terutama bila perubahan gaya hidup dan terapi lainnya belum memberikan hasil yang optimal. Keputusan dilakukan setelah evaluasi menyeluruh oleh dokter.
Ya. Penurunan berat badan yang dicapai secara sehat dapat membantu menurunkan risiko berbagai komplikasi akibat obesitas serta meningkatkan kualitas hidup dan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari.
Anda dapat menjadwalkan konsultasi dengan dokter untuk melakukan evaluasi kondisi kesehatan, menghitung BMI, menilai faktor risiko, dan menyusun rencana penanganan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Setiap perjalanan menuju hidup yang lebih sehat dimulai dari evaluasi yang tepat. Konsultasikan kondisi Anda bersama tim Digesti Health untuk mendapatkan rekomendasi penanganan yang sesuai berdasarkan kondisi kesehatan dan tujuan terapi Anda.