Dokter Peter Ian Limas mendedikasikan ilmu dan pengalamannya demi menyediakan akses cepat dan mudah untuk menangani kebutuhan terapi lanjutan bagi pasien obesitas, GERD dengan kemampuan bedah minimal invasif yang teliti dan diakui secara nasional serta internasional.

Our Galleries

Obesitas

Treatment Name

Obesitas

Time Duration

Kontak Kami

Doctor Name

Dr. dr. Peter Ian Limas

Obesitas adalah kondisi di mana terjadi penumpukan atau kelebihan lemak yang dapat mengganggu kesehatan. Jika tidak segera ditangani, obesitas bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, hipertensi, hingga diabetes.

Berdasarkan data World Health Organization, ada sekitar 650 juta penduduk usia dewasa yang mengalami obesitas. Di samping itu, ada sekitar 39 juta anak usia di bawah 5 tahun yang menderita obesitas.

Gagalnya diet pada wanita dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya motivasi, makan impulsif, keterbatasan waktu, kurangnya pengetahuan nutrisi, faktor psikologis, kebiasaan buruk, dan faktor genetik. Kurangnya komitmen serta stres dapat memicu pola makan tidak sehat. Kesibukan juga sering menghambat olahraga dan pola makan seimbang. Beberapa wanita mengikuti diet yang tidak tepat, sehingga sulit mencapai hasil optimal. Memahami penyebab kegagalan diet dan mencari solusi yang sesuai sangat penting untuk keberhasilan program diet.

Endoscopic sleeve gastroplasty (ESG) adalah prosedur non-bedah untuk mengecilkan lambung menggunakan alat endoskopi. ESG dilakukan dengan menyuntikkan larutan garam ke dinding lambung, membentuk jaringan parut yang menyusutkan lambung menjadi lebih kecil. Prosedur ini minim invasif, tanpa sayatan, dan berlangsung 60-90 menit. Pasien dapat pulang di hari yang sama dan harus mengikuti diet khusus pasca-prosedur. ESG memiliki manfaat pemulihan cepat, namun tetap berisiko efek samping seperti perdarahan, infeksi, atau gangguan pencernaan.

Bedah bariatrik efektif menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan pasien obesitas. Jenis operasi seperti gastric bypass dan gastrectomy dapat mengurangi berat badan hingga 30-40% dalam 6-12 bulan. Manfaatnya termasuk penurunan tekanan darah, kadar gula, serta risiko penyakit jantung dan stroke. Namun, ada risiko infeksi, perdarahan, dan masalah nutrisi. Operasi ini hanya direkomendasikan bagi pasien tertentu setelah konsultasi dokter. Hasil optimal dicapai dengan pola makan sehat, olahraga teratur, dan kepatuhan terhadap rekomendasi medis.

Obesitas berasal dari bahasa Latin obesus, yang berarti kegemukan. Ini adalah kondisi kelebihan lemak akibat ketidakseimbangan asupan dan keluaran energi. Obesitas diukur dengan BMI, di mana BMI ≥ 25 dikategorikan sebagai obesitas. Penyebabnya meliputi faktor genetik, hormonal, psikis, obat-obatan, dan gaya hidup pasif. Cara menurunkan berat badan meliputi pengaturan pola makan, latihan fisik, konsumsi obat, akupuntur, dan bedah bariatrik. Penanganan obesitas penting untuk mencegah risiko kesehatan yang lebih serius.

Bedah bariatrik adalah prosedur minimal invasif yang membantu penurunan berat badan bagi pasien yang gagal dengan diet dan olahraga. Prosedur ini bekerja melalui dua mekanisme: Restriktif, yang mengecilkan rongga pencernaan agar membatasi jumlah makanan yang dikonsumsi, dan Malabsorptive, yang mempersingkat saluran pencernaan untuk mengurangi penyerapan kalori. Dengan kombinasi kedua mekanisme ini, bedah bariatrik dapat membantu pasien menurunkan berat badan secara signifikan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.