Jenis Operasi Bariatrik dan Perbedaannya yang Perlu Diketahui

Jenis Operasi Bariatrik dan Perbedaannya yang Perlu Diketahui

Obesitas yang sudah mengganggu aktivitas sehari-hari kadang membuat seseorang sampai pada satu pertanyaan yang cukup berat: “Kalau diet dan olahraga sudah dicoba, lalu pilihan berikutnya apa?”

Di sinilah operasi bariatrik mulai dibicarakan. Tapi operasi bariatrik bukan sekadar “mengecilkan lambung”. Ada beberapa prosedur dengan cara kerja, tingkat kompleksitas, efek terhadap penyerapan nutrisi, hingga risiko yang berbeda.

Menariknya, dua orang dengan kondisi obesitas yang sama belum tentu mendapatkan jenis operasi yang sama. Dokter biasanya mempertimbangkan BMI, penyakit penyerta, pola makan, kondisi pencernaan, riwayat operasi, sampai kesiapan menjalani perubahan pola hidup setelah operasi.

Ringkasan Cepat

  • Sleeve gastrectomy mengecilkan ukuran lambung dengan membuang sebagian besar lambung.
  • Gastric bypass membuat kantong lambung kecil sekaligus mengubah jalur makanan di usus halus.
  • Adjustable gastric band menggunakan alat berbentuk cincin yang dipasang di bagian atas lambung, tetapi penggunaannya kini jauh lebih berkurang.
  • BPD/DS dan SADI-S menggabungkan pengecilan lambung dengan perubahan jalur usus sehingga efek terhadap penyerapan nutrisi lebih besar.
  • Tidak ada satu prosedur yang otomatis paling cocok untuk semua orang.

Macam Operasi Bariatrik yang Paling Banyak Dikenal

Secara umum, macam operasi bariatrik dapat dibedakan berdasarkan bagaimana prosedur tersebut membatasi jumlah makanan, mengubah penyerapan nutrisi, atau mengubah keduanya.

American Society for Metabolic and Bariatric Surgery (ASMBS) saat ini mencantumkan beberapa prosedur utama seperti sleeve gastrectomy, Roux-en-Y gastric bypass, BPD/DS, SADI-S, OAGB, dan adjustable gastric band.

1. Sleeve Gastrectomy sebagai Jenis Operasi Bariatrik

Sleeve gastrectomy atau gastric sleeve merupakan salah satu prosedur bariatrik yang paling dikenal.

Pada operasi ini, sebagian besar lambung diangkat sehingga tersisa bentuk lambung yang lebih kecil dan memanjang seperti tabung atau pisang. Prosedur tersebut membuat kapasitas lambung jauh berkurang sehingga seseorang lebih cepat merasa kenyang.

Menariknya, efeknya bukan hanya soal kapasitas lambung. Pengangkatan sebagian lambung juga memengaruhi hormon yang berhubungan dengan rasa lapar dan metabolisme.

Kelebihannya, prosedur ini tidak mengubah jalur usus dan tidak meninggalkan alat permanen di dalam tubuh. Namun, sleeve bersifat permanen dan pada sebagian orang dapat memperburuk atau memicu masalah refluks.

Jadi, kalau seseorang memiliki GERD yang cukup bermasalah, faktor ini perlu dibicarakan serius dengan dokter sebelum menentukan prosedur.

Perbedaan Jenis Operasi Bariatrik Berdasarkan Cara Kerjanya

Kalau dilihat sekilas, semua operasi bariatrik memang bertujuan membantu menurunkan berat badan. Namun mekanismenya tidak sama.

ProsedurCara kerja utamaPerubahan ususCatatan penting
Sleeve gastrectomyMengecilkan lambung dan memengaruhi hormonTidakPermanen dan dapat memengaruhi refluks
Gastric bypassMengecilkan lambung dan mengubah jalur makananYaPenyerapan dan metabolisme ikut berubah
Gastric bandMembatasi jumlah makanan melalui pitaTidakDapat dilepas dan perlu penyesuaian
BPD/DSMengecilkan lambung dan mengurangi penyerapanYa, cukup besarLebih kompleks dan perlu perhatian nutrisi
SADI-SSleeve + pengalihan sebagian jalur ususYaLebih baru dan membutuhkan pemantauan nutrisi

Perbedaan ini penting karena konsekuensinya juga berbeda. Semakin besar perubahan pada sistem pencernaan, semakin penting pula pemantauan nutrisi dan tindak lanjut jangka panjang.

2. Gastric Bypass dan Perubahan Jalur Pencernaan

Gastric bypass, khususnya Roux-en-Y gastric bypass, bekerja dengan dua mekanisme sekaligus.

Pertama, dokter membuat kantong kecil di bagian atas lambung. Kedua, kantong tersebut disambungkan ke bagian tertentu dari usus halus sehingga makanan melewati sebagian lambung dan bagian awal usus halus.

Artinya, prosedur ini bukan sekadar membuat lambung menjadi kecil.

Perubahan jalur pencernaan juga memengaruhi penyerapan kalori, hormon, dan proses metabolisme. Karena itu, gastric bypass memiliki efek metabolik yang cukup kuat, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap asupan vitamin dan mineral setelah operasi.

Buat pasien, perbedaannya terasa dalam jangka panjang. Setelah operasi, bukan cuma ukuran porsi yang berubah. Cara tubuh menerima dan memproses makanan juga ikut berubah.

3. Adjustable Gastric Band

Pada prosedur ini, dokter memasang pita silikon yang dapat disesuaikan di bagian atas lambung. Pita tersebut membuat bagian atas lambung menjadi semacam kantong kecil sehingga makanan dalam jumlah lebih sedikit dapat memberikan rasa kenyang.

Salah satu hal yang membuatnya berbeda adalah alat tersebut dapat disesuaikan dan dilepas bila diperlukan.

Namun, penggunaan gastric band sudah menurun dibandingkan prosedur seperti sleeve dan gastric bypass. ASMBS menyebut prosedur ini memiliki penurunan popularitas karena hasil penurunan berat badan cenderung lebih rendah dan terdapat masalah seperti pergeseran atau erosi band serta kebutuhan operasi ulang.

Jenis Operasi Bariatrik dengan Efek Penyerapan Lebih Besar

Ada prosedur yang bekerja lebih agresif terhadap sistem pencernaan, salah satunya biliopancreatic diversion with duodenal switch (BPD/DS).

Prosedur ini menggabungkan pembuatan lambung berbentuk sleeve dengan pengalihan sebagian besar jalur usus halus. Akibatnya, jumlah nutrisi dan kalori yang diserap tubuh ikut berkurang.

Efek penurunan berat badannya dapat lebih besar, tetapi konsekuensinya juga tidak ringan. Risiko kekurangan vitamin, mineral, dan protein menjadi perhatian utama. Karena itu, prosedur ini tidak dilakukan sesering sleeve atau gastric bypass.

SADI-S sebagai Macam Operasi Bariatrik yang Lebih Baru

SADI-S atau single anastomosis duodeno-ileal bypass with sleeve gastrectomy memiliki konsep yang mirip dengan duodenal switch.

Prosedurnya dimulai dengan membuat lambung berbentuk sleeve, kemudian sebagian jalur usus dialihkan. Bedanya, SADI-S menggunakan satu sambungan usus sehingga secara teknis lebih sederhana dibandingkan BPD/DS.

Prosedur ini termasuk pilihan yang lebih baru dalam bedah metabolik. Karena perubahan penyerapan nutrisinya cukup signifikan, pemantauan vitamin dan mineral tetap menjadi bagian penting dari perawatan setelah operasi.

Apa yang Menentukan Pilihan Operasi Bariatrik?

Ini bagian yang sering terlewat ketika orang membandingkan operasi bariatrik di internet.

Pasien biasanya tidak datang lalu berkata, “Dok, saya mau sleeve.” Keputusan seharusnya melalui evaluasi menyeluruh.

Beberapa hal yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  • BMI dan tingkat obesitas
  • diabetes tipe 2 atau penyakit metabolik lainnya
  • GERD atau masalah pencernaan
  • riwayat operasi perut sebelumnya
  • kebiasaan makan
  • kondisi kesehatan secara keseluruhan
  • kesiapan mengikuti perubahan pola makan
  • kemampuan menjalani kontrol dan pemantauan nutrisi jangka panjang

Jenis operasi yang tepat memang sebaiknya diputuskan bersama tim medis, bukan hanya berdasarkan prosedur yang sedang populer. NIDDK (National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases) juga menekankan bahwa pilihan operasi bergantung pada kondisi individual pasien dan perlu didiskusikan dengan dokter.

Perbedaan Operasi Bariatrik Tidak Berhenti Setelah Operasi

Ini mungkin justru bagian yang paling penting.

Operasi adalah titik awal, bukan garis finish.

Setelah operasi, pasien perlu beradaptasi dengan ukuran porsi yang jauh lebih kecil dan mengikuti tahapan pola makan sesuai arahan tim medis. Pemeriksaan rutin juga penting untuk memantau berat badan, kondisi metabolik, serta kemungkinan kekurangan nutrisi, terutama pada prosedur yang mengubah penyerapan usus.

Dalam praktiknya, tantangan terbesar kadang bukan operasi itu sendiri. Justru kebiasaan lama yang perlahan muncul kembali bisa menjadi masalah.

Karena itu, menurut saya, membandingkan operasi bariatrik hanya berdasarkan “mana yang paling cepat menurunkan berat badan” kurang tepat. Yang lebih penting adalah apakah prosedur tersebut masuk akal untuk kondisi kesehatan dan kemampuan seseorang menjalaninya dalam jangka panjang.

Jenis operasi bariatrik memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari sleeve gastrectomy yang mengecilkan lambung, gastric bypass yang mengubah ukuran lambung sekaligus jalur makanan, hingga BPD/DS dan SADI-S yang memberikan perubahan lebih besar pada penyerapan nutrisi. Macam operasi bariatrik tersebut tidak bisa dipilih hanya berdasarkan popularitas atau cerita keberhasilan orang lain. Kondisi kesehatan, penyakit penyerta, risiko, pola makan, dan kesiapan menjalani perawatan setelah operasi semuanya perlu diperhitungkan bersama dokter dan tim bariatrik.

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top